|
|
Logo Awal "Ade Ape Nih di Jalan Jaksa ?!? " Tahun
2006
Berawal dari begahnya sebagian
pemuda melihat acara Jaksa Fair yang tidak lagi mencerminkan
budaya Betawi, dengan mengatasnamakan Karang Taruna Kebon
Sirih maka dimulailah membangun komunitas dan forum diskusi
untuk membuat kembali acara betawi di Jalan Jaksa, setelah
dinasehati ama Bang Uwo , Bang Biem dalam diskusi di Cafe
Betawi (sekarang Cafenya udah ganti nama..) sepakatlah untuk
menyelenggarakan acara Festival Seni dan Budaya Jalan Jaksa
yang di beri nama "Ade Ape Nih di Jalan Jaksa ? "
difasilitasi di Lt 2 Tatto's Billyars,Thanks
to the Owner dan Bang Baco buat segala kemudahan, Memories
Cafe, Om Helmy dan Keluarga untuk tempat seleksi
festival band).
Bekerjasama dengan Japan Fondation (Arigato
Gozaimasu Ibu Arum),dibantu pengamanannya oleh FORKABI
Kebon Sirih yang saat itu masih diketuai Bang Jhon
Islamsyah, maka direncanakan tercipta keramaian di 2 panggung,
Kelurahan Kebon Sirih dengan Marawis dan Parkiran Hotel
Karya dengan budaya dan band.

Baliho (kiri) dan Steven'n Coconuttrez (Kanan)
Modal pertama dengan bantuan dana dari Karang
Taruna Kelurahan Kebon Sirih sebesar 2 juta ( 700 rb
buat kursus Bhs Jepang di Kelurahan+1.3 jt buat bikin proposal
dan kopsurat -red) para pemuda-pemudi dari sekitar
Jalan Jaksa mencoba mengembalikan tradisi jaksa fair yang
dirasakan mereka tidak menyentuh nilai dan tradisi masyarakat
setempat serta mencoba menggabungkan dengan seni budaya
Jepang dan Belanda di pelataran parkir Hotel Karya.
|
| 
Bon Odori dance dan MC yang bergaya ala Japanese..
Atas nasehat dari Pak Muhayat (dulu
masih Walikota Jak-Pus -red) maka disinergikanlah tanggalnya
menjadi sama dengan acara Festival Jalan Jaksa Pemkot Jak-Pus,
dan juga di bantu panggung dan sound dari Bag. Umum PemKot
Jak-Pus untuk hari 1 dan hari ke-3, dari Pak Sarwono juga
bantuin Piala Festival Band (thanks banget Bang SK !), untuk
acara kesenian ditambahin lagi ama Sudin Kesenian dan Kebudayaan
Jak-Pus , makasih ya bapak-bapak dari pemerintahan Jakarta
Pusat..

Meski istilah kerennya disinergikan dengan
Pemkot Jakarta Pusat, atau tampak dari kacamata rekan wartawan
dan public adalah satu acara namun secara anggaran
dan manajemen adalah acara yang terpisahkan. Kelak di tahun
kedua 2007, kami baru benar-benar merasakan perbedaan yang
nyata.
..Jaksa Fair tercipta di tahun 1994 oleh
Ikatan Kepariwisataan Jalan Jaksa dan Sekitarnya (IKJS)
yang diketuai oleh Oscar Lawalata (lihat Jaksa Tempo
dulu). Acara ini berjalan dengan sukses meski Ketua
Pelaksana Acara bergonta-ganti namun tetap dalam naungan
IKJS hingga Krisis Moneter pada tahun 1999 menyebabkan acara
tersebut tidak dapat dilanjutkan kembali, pada tahun 2002
acara ini akhirnya diambil alih oleh Suku Dinas Pariwisata
Jakarta Pusat yang dianggarkan dari APBD Jak-Pus bekerjasama
dengan IKJS dan masih memakai nama Jaksa Fair atau Festival
Jalan Jaksa.Tahun 2006 acara yang dikelola oleh Sudin Pariwisata
Jak-Pus berlangsung pada 26 Agustus 2006, telah jelas jawabannya
mengapa pembukaan tidak berlangsung pada hari pertama dan
mengapa panggung terbesar hanya 1 hari pada Hari Sabtu tersebut.

Bang Yos, Bang Fauzi serta Bang Ade dalam
malam pembukaan 26 Agustus 2006
Sedangkan kami kebagian 25 dan
27 Agustus 2006. Makanye anak-anak tidak dapat
memakai istilah Jaksa Fair dalam proposalnya, tetep aje
betawi banyak akalnya kata alm. Benyamin, dengan kebersaman
merenung dalam gelak keseriusan di Pos RW04 Gg IX terciptalah
tajuk nama " Ade Ape Nih di Jalan Jaksa ?!? "
kalo Inggrisnya " What's Up Jaksa ? " dalam koridor
tema baru "Festival Seni Budaya Jalan Jaksa" .

Arak-arakan penganten sunat oleh Rizki (4
thn),warga Kebon Sirih Gg XIV
(dok.SCTV 25 Agustus 2006 Liputan 6)
Didominasi dengan warna hitam pada umbul-umbul
sponsor serta lampion buatan kami sepanjang Jalan Jaksa,
Band bintang tamu yang hadir adalah : Anata, Jumping Junkies
( yang sempet terhenti gara2 kabel listrik yang tidak jelas,
sumimasen bro ! ), Flowers, The Sabeni, Sekarwati, Melody
Maker, Stand Off, Gondal-gandul, Abenks, ditutup dengan
Steven and Coconuttretz. Dari budaya ada drama betawi dan
Tarian Belanda "Poloneis" dari mahasiswi Satsra
Belanda UI ( fyi, karena finansial kami 2006 yang tidak
ditunjang dengan baik , honor mereka baru lunas di tahun
2008 , maaf..maaf..maaf )
| 
Polonies Dance & Drama Betawi oleh Fak.
Satsra Belanda UI Ang.2004 & 2005
Juga kesenian-kesenian Jepang antara lain
Taiko, Matsuken Samba, Mini moni dance dari STBA LIA Pangadagan,
maupun Tari Betawi oleh Suku Dinas Kebudayaan Jakarta Pusat.
Tidak luput selain Marching Band SD Argentina , Festival
band ada juga Festival Marawis di Kelurahan Kebon Sirih.
|
Parade Marching Band SD Argentina & Penyerahan
Pemenang Marawis
Demikian sekelumit awal jadi "Ade Ape
nih di Jalan Jaksa ?!? " di tahun 2006. Terimakasih
untuk para rekan-rekan panitia "WHATS UP JAKSA ? 2006
" baik yang kerja bener maupun yang gak bener, para
donatur..simpatisan.. para media dan sponsor antara lain
:
|